
P4SK (Persatuan Pengasuh Pon-Pes Se-Karisidenan Kedu) Menjadi Persatuan Pengasuh Pon-Pes Salafiyah Kaffah
Pesantren menjadi benteng bagi NKRI. Dengan sering munculnya jenis aliran dan sering kurangnya koordinasi antar pesantren, maka diperlukan suatu solusi. Bahwa agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, karena itu ajarannya selalu mendorong ummat untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup didunia dan akhirat.
Menyadari dalam kehidupan masyarakat selalu terjadi perubahan dan perkembangan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan hidup yang berkembang secara eskalatif, maka perlu menempatkan ajaran Islam sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi upaya pencapaian kemaslahatan dan kesejahteraan dimaksud.
Menyadari akan posisi lembaga Ulama’ bagi surujuddunya dan mashobihul-akhiroh, maka dengan penuh hikmah dan kearifan Jumhurul Ulama’ se-Eks Karesidenan Kedu, pada tanggal 14-15 Syawal 1392 H atau 20-21 November 1972 M memprakarsai berdirinya Ukhuwatul Ma’ahidil Islamiyyah atau Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah se-Karesidenan Kedu yang disingkat P4SK.
Setelah berkembang pesat, P4SK perlu dirubah singkatannya. Huruf K yang semula berarti Kedu perlu ditinjau kembali untuk kemudian diganti dengan makna Kaffah agar nantinya lebih leluasa berkembang. Pengembangan P4SK dimaksud tetap menggunakan prinsip: “Al-Muhafadhotu ‘alal qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”.
Kini P4SK sudah berkembang pesat bukan hanya di Kedu saja. Semoga kedepan dengan adanya P4SK, pesantren lebih berkembang dan tetap melestarikan nilai-nilai ukhuwah serta menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia.
